PENGERTIAN INTERIOR

Hi sobat Arsitek ! pada postingan sebelumnya kita telah membahas apa itu pengertian eksterior , nah pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu Interior dalam dunia Arsitektur.

Interior merupakan bagian dalam dari sebuah bangunan/ruangan, interior sering kali diartikan sebagai komponen pendukung yang bisa memperindah ruangan di dalam rumah. Interior berhubungan dengan furnitur, penataan ruangan, pemilihan warna ruangan, pencahayaan dalam ruangan/lighting dan lainnya yang berhubungan dengan rumah bagian dalam.

Living Room
Sumber : https://www.gira.com/uk/en/inspirations/interior-styles/scandinavian-style#

Desain Interior tentu saja berfokus pada bagian dalam ruangan, misalnya seperti perletakan furniture, penataan ruangan, sirkulasi ruangan, pemilihan material, penggunaan warna pada dinding, semua itu harus diperhatikan oleh seorang Arsitek Interior.

Nah selain itu, desain Interior juga memiliki 7 prinsip dasar yaitu :

1. Unity dan Harmony ( Kesatuan )
Unity dan harmony memiliki arti dalam sebuah  ruangan dianggap sebagai suatu kesatuan di mana segala elemen dapat saling melengkapi. yang artinya, Dengan menerapkan unity dan harmony, maka ruangan akan saling menyatu satu dengan yang lainnya sehingga dalam mendesain interior akan tercipta komposisi yang seimbang, tentu saja enak untuk dilihat oleh mata.

2. Balance ( Keseimbangan )
Keseimbangan disini terbagi dalam tiga bagian: Simetris, Asimetris, dan Radial. Keseimbangan simetris berpusat pada titik tengahnya, sehingga kedua sisi terlihat sama. Keseimbangan Asimetris mengandalkan permainan visual seperti skala, kontras, warna untuk mencapai keseimbangan dengan tidak beraturan. Keseimbangan radial di mana semua elemen yang didesain tersusun dan berpusat di tengah. Misalnya: Tangga berbentuk spiral.

3. Vocal Point
Vocal Point yaitu aksen yang dijadikan sebagai daya tarik ruangan atau biasa disebut point of interest.

4. Ritme
Ritme dalam sebuah desain interior dapat diartikan sebagai semua pola pengulangan tentang visual.

5. Detail
Detail dalam artian merujuk kepada segala hal yang berkaitan dengan furniture pada ruangan contohnya detail pada sofa, ukiran-ukiran dinding dan lain sebagainya.

6. Skala dan Proporsi
Kedua prinsip desain ini harus berjalan beriringan, karena keduanya berhubungan dengan ukuran dan bentuk. contohnya jika ketinggian dari lantai sampai plafond kelihatannya pendek , maka cara mengatasinya bisa menggunakan perabot-perabot yang tinggi contohnya penggunaan lemari yang tinggi. jika ruangan terlihat lebih sempit , maka gunakanlah warna yang bersih dan terang contohnya penggunaan warna putih. Kalau ruangan terlihat kecil jangan memakai perabot yang besar.

7. Warna
Warna pada desain interior sangat berpengaruh terhadap mood dan suasana ruang. Warna-warna yang soft akan cenderung menciptakan suasana ruang yang menenangkan, sedangkan warna-warna cerah akan memberikan suasana ruang yang menyegarkan. 

Prinsip Dasar Interior
Sumber : https://www.temtera.com/blog/mengapa-anda-perlu-kontraktor-interior/

Nah sobat arsitek ! sekarang sudah mengerti kan apa itu eksterior pada rumah? Kalau kalian suka dengan artikel ini , silahkan di komen dan share ke teman-teman kalian semua. Thank You 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *