TUGAS DAN FUNGSI SEORANG ARSITEK

Siapa itu Arsitek ? Mari Kita Mengenal Lebih Dalam Tentang Keprofesian Yang Satu ini

Sebelum membahas tugas dan fungsi seorang arsitek, mari kita terlebih dahulu mengenal siapa itu Arsitek. Menurut penulis, Arsitek merupakan sebuah keprofesian profesional yang bergerak di bidang perancangan bangunan. Arsitek harus mampu dalam merancang sebuah bangunan yang nyaman, aman, higienis, terhindar dari binatang liar dan tentu saja bangunan yang akan dirancang kelihatan lebih indah, megah dan kokoh.

Heydar Aliyev Center by Zaha Hadid Architects
Gambar : https://www.archdaily.com/448774/heydar-aliyev-center-zaha-hadid-architects

Menurut National Council of Architectural Registration Boards (NCARB) seperti dikutipĀ The Architects Guide, arsitek adalah seseorang yang memiliki lisensi dan profesional dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan. Arsitek harus menguasai desain dan konstruksi bangunan yang mayoritas terkait dengan tempat tinggal.

Sekarang, kalian sudah tahu kan apa itu Arsitek? sekarang mari kita bahas tugas dan fungsi seorang Arsitek.

TUGAS DAN PERANAN/FUNGSI ARSITEK DALAM MERANCANG BANGUNAN

1. Menata letak bangunan yang memiliki keterkaitan fungsi dalam sebuah site.
Dalam menata letak atau posisi bangunan hal yang harus diperhatikan yaitu bagaimana kondisi lahan atau eksistingnya, pergerakan matahari, dan arah angin misalnya seperti kontur tanah, apakah tanah tersebut memiliki kontur yang bergelombang? bagaimana pergerakan matahari ? darimana arah angin paling kencang datang? dari situ arsitek bisa menentukan bagaimana letak dan posisi bangunan yang sesuai dengan kondisi tersebut.

2. Mengolah tata ruang sebuah bangunan.
Mengolah tata ruang diartikan yaitu merancang sebuah denah bangunan. Dalam merancang sebuah denah, Arsitek pastinya akan menyesuaikan dengan kebutuhan klien, yaitu seberapa luas lahan/tanah yang bisa dibangun.

3. Menentukan konsep yang akan dirancang.
Menentukan konsep tidak segampang kelihatannya loh , sang Arsitek harus mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan si klien. Misalnya si klien ingin menggunakan konsep Industrial tetapi klien juga ingin ada unsur tropis di dalam konsep Industrial tersebut. Nah, disinilah seorang Arsitek harus mampu mewujudkan keinginan dan kebutuhan si klien.

4. Mengolah bentuk tampak bangunan.
Arsitek tentunya harus mampus juga dalam mengolah atau memainkan fasad pada bangunan, agar fasad tersebut kelihatan lebih bagus dan enak dipandang.

5. Menentukan jenis dan letak instalasi listrik maupun instalasi air pada bangunan.
Dalam sebuah perancangan bangunan, arsitek bertugas untuk menentukan letak-letak instalasi listrik ataupun air, misalnya perletakan pipa air bersih dan air kotor, dan perletakan lampu.

6. Menentukan material atau bahan bangunan yang akan digunakan.
Arsitek juga bertugas untuk menentukan material apa yang akan digunakan pada bangunan, misalnya seperti lantai, apakah mau pakai keramik biasa? marmer? atau memakai kayu parket? dan begitu juga dengan material yang lainnya.

7. Menghitung biaya konstruksi sebuah bangunan.
Arsitek juga bertugas untuk menghitung biaya pembangunan sebuah bangunan, atau bisa kita sebut dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya). yang tentunya dihitung sesuai dengan standar yang sudah ada atau SNI.

8.Mengawasi Proses Pembangunan
Selain membuat rancangan bangunan, arsitek juga harus turun ke lapangan secara langsung untuk memastikan bahwa proses pembangunan sesuai dengan rancangan yang dibuat. Jika ada kesalahan pembangunan, maka arsitek bisa segera mengingatkan ketua proyek agar memperbaikinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *